Sabtu, 11 Desember 2010

...critaku di balik gunung Bawakaraeng"part six"


...Memulai pendakian... aku hampir Menyerah"masih Alur maju mundur"



pendakian di mulai dengan semangat yang begituch menggebu, dalam hati aku berkata"kira-kira bagaimana mhie nanti ini rutenya di". akhirnya kami mulai berjalan berdasarkan kelompok kami masing-masing yang didampingi oleh para pendamping kami. baru berjalan tidak lebih dari satu kilo aku sudah mulai merasa capek, akibat dari tidurku yang tidak normal. tapi kutahan semua rasa capeku karena pendakian baru dimulai masa diriku menyerah begituch cepat. yang jadi masalah adalah memang jalur sulit yang kasih oleh kawan2 KORPALA UH dalam acara MOUNTAIN CLEAN tersebut. ya Allah menanjak terus jalannya.

kupaksa terus diriku untuk berjalan sesuai jalur yang sudah ditentuka. nach ada hal baru yang kudapat disini yakni ada beberapa istilah dalam pencinta Alam seperti, Leader(pembuka jalan) yang kutau orang-orangnya itu kak mulla, kak ichie. trus ada tim Sweaper yang mencar anggota yg nyasar) kalow nda salah orang-orangnya itu zeero,ahmad, cummink, aan. semua berjalan terus beiringan tanpa mengenal lelah kalaupun lelah harus ditahan.



perjalanan masih cukup panjang untuk mencapa puncak gunung bawakareng, kami para peserta MoUntain Clean tetap mengkuti ritme pendakian tersebut. aku sendiri menahan egoku untuk mengeluh. karena aku tahu semua memiliki beban masing-masing dipundak jadi mau tidak aku harus tetap bertahan. aku hampir mengeluarkan air mata. aku terus mencuri kesempatan untuk beristitraha tapi selalu ditegur oleh kawan-kawan KORPALA. mereka selalu mengeluarkan kata andalan"dekat mhie tdk cukup mhie 1 kilo" bechh ternyata 1 kilonya mereka 2 kilo bagiku...



...to be continued...

...critaku di balik gunung bawakaraeng"part fiVe"


...azan shubuh berkumandang, & masih di rumahnya pak dusun..."alurnya maju mundur"



... jam 5 dini hari aku terbangun karena memang aku tak bisa memejamkan mata akibat dinginnya yang menusuk tulangku hingga membuatku mengigil. nach aku membangunkan aty untuk menemaniku ke WC samping rumahnya pak dusun. sekalian si Aty ambil air wudhu.setelah itu bangun juga nadia pendamping kelompk 3, kelompk kami. stelah itu kami mulai megeluarkan bahan2 makanan untuk dimasak. seperti biasa harus menunggu pinjaman kompor. tapi untung ada kakak yg mau meminjamkan trangea semacam kompor tapi yang ini lebih canggih begitupun dengan harganya, canggih juga. dan aku jugah di kasih kopi segelas. alhamdulillah setidaknya ada air hangat yang masuk dalam tubuhku pagi itu... wach makazih banyak yach kak.kataku. tpi gelasnya dikembalikan yach,kata kakak itu, okay kak, jawabku.



semua kelompok akhirnya bangun dan mulai memask untuk menyipkan sarapan pagi, karena berdasrkan briefing semalam dan jelas sudah di bilang sama POx(pimpinan oprasi) kalow nda salah sebut sech, si Irman bahwa kita mulai start mendaki jam 7 pagi. dan ternyata berangkat jam 8 lewat karena ada beberapa kendala yg sangat klasik. akhirnya setelah sarapan pagi dan packing semua barang-barang kami mulai berkumpul dan berdoa bersama sebelum mendaki. akhirnya pendakian dimulai.



...to be continued...

....critaku di balik gunung bawakaraeng..."part four"


... di Tasoso' sinjai rumah kepala Dusun...



...Mobil trek tentara melaju begituch kencang hingga akhinya keluar dari kota Makassar, masuk jugah di daerah Malino hari sudah mulai gelap, kabut beituch tebal, sawah-sawah terpampang rapi debgan hijau daunya yang sangat ranum. Aku begituch menikmati setiap detik perjalanan selama di daerah Malino sambil mendengar alunan music. Indah sekalie pemandangan diluar sana walaupn dingin mengerogoti daging dan tulangku tapi tetap kupaksa diriku untuk menikmati.asyikkk sekalieee…



…akhirnya mobil trek tersebut sampe juggah di kaki gunung, sebut sajjah desa Tasoso’ kabupaten Sinjai, sekitaran magriblah, akhirnya badan yabg sudah mulai pegal akibat posisi duduk yang tak normal dalam mobil trek tersebut. Karena dalam perjalanan kami di dijamu oleh hujan , dan kabut tirai diturunkan, yach semacam terpallah. Akhirnya terpal dibuka dan kami satu persatu turun dari mobil trek tersebut. Begitupun dengan barang-barang yang diturunkan oleh para kaum adam.



…akhirnya kami menaiki rumah panggung milik pak dusun yang tupangi malam ini untuk melepas lelah dan pegal-pegal yang kami rasakan. Setibanya kami diatas rumah kami langsung mengambil tempat untuk sejenak duduk. Kami duduk berdasrkan kelompok, kelompok kami berada diluar tapi tetap dinaungi oleh atap. Hehehehe. Kami mulai mengeluarkan nesting, kompor, dan ransum yang sudah dijatakan untuk ini malam. Dan kebetulan tugasku ini malam. Maka mulailah kami menuangkan beras kedalam nesting untuk dicuci, prima mengeluarkan kompor, mantari memperhatikan telur yang ternyata pecah, yang lain mengeluarkan susu kaleng, mie instan

Aktifitas memasak pun dimulai, dari memasak nasi, karena cumin satu kompornya jadi kami harus menunggu, disela-sela penantian kami ternyata kompor tersebut rusakk, bechh parahnya, sudah perut keroncongan, baru kelompok yang lain sudah mulai menghabiskan makanannya. Kelompok kami belum melakukan pergerakan yang sangat berarti akibat rusaknya kompor.

Si fadly mulai mengusik kelompok kami mulai berharap cemas atas nasib kami yang tak entu arahnya,dech kpn masaknya, sekarang saja sudah jam brp, celotehku.tap pendamping kami tetap santai jadi mau tidak mau juga harus tetap santai juggah. Di balik harap-harap cemas kami ech ternyata ada kelompok lain yang mau meminjamkan kompornya pada kelompok kami, maka mulailah ada sedikit senyum yang menghhiasi wajahku, seridaknya nasinya masak dulu. Akhirnya proses memasak berjalan lancer, walaupn kelompok kami terlambat makan malam, setidaknya bias mengisi perut yang dari berteriak minta diisi. Tapi semua berkat bantuanya kawan-kawan KORPALA dan peserta MOUNTAIN CLEAN.



....trimah kasih yach...



…to be continued…



....critaku di balik gunung bawakaraeng..."part Three"

…Akhirnya hari yang kutunggu datang  juga, tepat tanggal 30 April 2010…
Aku yang telah menyipkan diri secara matang untuk mengikut kegiatan MOUNTAIN CLEAN  tersebut  beranjak dari pondokan menuju fakultas untuk bertemu dengan salah seorang kawan yang pada waktu itu masih menjabat sebagai KETUA HIMPUNAN MAHASISWA  JURUSAN ILMU  HUBUNGAN  INTERNASIONAL PERIODE KEMARIN  HASRUL EKA PUTRA  atw biasa kami memanggilnya dengan sebutan “Hepta”.
Aku memang sudah janjian dengannya  hari itu untuk meminjam  uangnya  Rp.50.000,.-  tapi sebelum aku keluar dari rumahnya kak ndang aku dikasih  uang  jajan dengan total yang  sama dengan uang yang kupinjam pada hepta. Nach setelah ketemu mha Hepta di kampus tepatnya di fis.IV  lt. I di sekretnya HIMAHI, ech ternyata Hepta  sudah dari tadi menungguku. Akhirnya kubilang”maAf  hepta saya telat datang”. Ternyata Hepta sudah ke UKPM mencariku, karena dia tak melihatku disana akhirnya dia kembali lagi kehimpunan.
“jadi maw meq brangkat ini ke PKM kak” kata Hepta yang kebetulan 2 tahun di bawahku,lazimnya disebut :junior”. Iya. Kataku, lalu dia membalas lg”sekalian saya antarq padenk ke PKM”, nda papa jhie hepta”kataku menimpali, tidaj hie kak, katanya.

Akhirnya kami melaju menuju ke PKM dan setelah sampai disana, tepatnya aku d turunkan di dekatnya kantinnya Mace PKM yang berjualan sudah puluhan tahun di area PKM.  Pasangan suami istri tersebut yang biasa di panggil oleh kawan2 di PKM dengan sebutan pace mha mace, mereka berdua adalah  sosok orang tua yang tak pernah lelah untuk bekerja demi membiyayai semua kebutuhan keluarga mereka. Terkadang aku iri melihat kegigihan mereka berdua yang tak pernah mengenal lelah, apalagi mace yang sering sakit-sakitan karena memang factor usianya yang sudah lanjut. Tapi tetap bias tersenyum dan tertawa menyambut kedatangan kami ke warung kecilnya, sambil menikmati menu yang di sediakan kami bisanya ngobrol dengan maca pace sambil menghabiskan makanan kami yang terkadang di utang. Hehehehehe…
Nach setelah aku turun dan Hepta memberikan uang tersebut dan bilang”hati-hatiqkak dan semangat” lalu kubilang makasih Hepta. Lalu aku singgah di warung kecil tersebut dengan niat menyimpan depek yang sudah berisi perlengkapn pribadi berupa pakean lapangan, jeket, training, SB(selimut tidur),& ransum yang sudah di bagi untuk malam, pagi, siang, dan malam lagi, depak tersebut kupinjam mha Zul nak KOMPAS  FISIP  UNHAS.tak lupa juga kubawa tas orangeku, yang sering dibilang mha kawan2 di UKPM tas doraemon atw tas kisanak kata siirsyan. tas orange yg berisi beberapa lembar baju dan choky-choky 3 dos.. bech lengkap mhie hidupku selama beberapa hati berpetualang bersama kawan-kawan KORPALA.
hahahahahahaha....

Setelah itu aku berlari menaiki tangga dan sampe juga di mabesya KORPALA UH dan ternyata di sana sudah banyak peserta MOUNTAIN CLEAN berkumpul. Akhirnya kami berdoa bersama sebelum meninggalkan Mabesnya KORPALA, yang memimpin doa kalow nda salah k’rahmad yang didampingi mha kak madhie yang ternyata KETUA UMUMnya KORPALA periode  itu dan yang paling parahnya kutau ketika kegiatan MOUNTAIN CLEAN berakhir. Stelah berdoa kami salam-salaman, mulailah kami menganggkat barang-barang yang harus dibawa kedalam mobil trek tentara yg sudah dari tadi terpajang di lapangan. Satu-satu kami menaiki mobil tersebut, bechhh fullnya dech, jadi kami duduk diantara barang-barang tersebut. Akhirnya Mobil mulai melaju kencang menunggalkan lapangan PKM UH.

… to be continued… 

....critaku di balik gunung bawakaraeng..."part two"

Dari hasil technical meeting di ruang rapatnya KORPALA UNHAS, akhirnya terbentuk beberapa  kelompok  yang jugah di damping oleh masing-masing anak korpala. Nach kebetulan kelompoku di damping oleh nadia. Setelah itu kami melakukan aktifitas  yang cukup menyita tenaga. Bechhh TC  keliling UNHAS dengan tujuan untuk memperkuat fisik sebelum turun lapangan, apalagi mendaki gunung bakaraeng.

Ati Harsisa nak farmasi,  Mantari nak kehutanan, Prima nak hukum, alif nak kehutanan, menyiapkan beberapa perlengkapn untuk mendaki baik  perlengkapn  kelompok, maupun perlengkapan pribadi. Malamnya saya mha Aty belanja bahan logistic di Alfa. Setelah itu di bawah ke Mabes untuk di packing. Jadi kami diajari cara menyimpan semua peralatan dengan baik dan efektif dalam satu kerel maupun depek.
Setelah semuanya siap akhirnya kami kembali ke tempat istirahat masing-masing sambil menunggu esok hari”tepatnya tanggal “30 april 2010”  

Jumat, 10 Desember 2010

...critaku di balik gunung bawakaraeng..."part one"

seninya mendaki adalah capekk""nheyy kutipanku d  post 3"

...sebenarnya crita ini tlah kutulis di buku harianku tepatnya di diaryku... tapi biarlah kumainkan jari-jariku di atas keyboard ini uw nikmantuk menulis & menyimpan salah satu episode trindah dalam hidupku(sinetron kapang).

critanya bermuala dari keinginanku yang sangat liar, aku orangnya sangat penasaran dan besar sekalie rasa ingin tahuku,.. gunung bawakareng adalah salah satu gunung yang sering kudengar cerita dari beberapa temanku.
keinginan kesana begituch kuat dan akhirnya terjawab jugah ketika kuliahat pamflet yang tertempel di salah satu mading yang terletak di fakultas fisipol, tepatnya fis.III lt.1.isi pamletnya"MOUNTAIN CLEAN", baksos, tanam pohon dan salah satunya adalah mendaki gunung bawakareng. nach tanpa fikir panjang lagi kuayunkan kakiku menuju PKM 2 lantai 2. seingatku abiz magrib aku ke mabesnya KORPALA untuk mendaftarkan diri, yang kutemui disana adalah nanang ketua panitia MOUNTAIN CLEAN lalu kujelaskan maksud dan tujuanku.
akhirnya selangkah lebih maju menuju bawakareng telah berada dalam gemgamanku. usut punya usut kegiatanya yang harusnya tanggal 23 april 2010 di majukan ke tanggal 30 april 2010
..please dulueeee...


... to be continued...

...lt.5 kmr.3 ibnu sina...
...1:31 wita dini hari...
...6 december 2010...