Sabtu, 11 Desember 2010

....critaku di balik gunung bawakaraeng..."part four"


... di Tasoso' sinjai rumah kepala Dusun...



...Mobil trek tentara melaju begituch kencang hingga akhinya keluar dari kota Makassar, masuk jugah di daerah Malino hari sudah mulai gelap, kabut beituch tebal, sawah-sawah terpampang rapi debgan hijau daunya yang sangat ranum. Aku begituch menikmati setiap detik perjalanan selama di daerah Malino sambil mendengar alunan music. Indah sekalie pemandangan diluar sana walaupn dingin mengerogoti daging dan tulangku tapi tetap kupaksa diriku untuk menikmati.asyikkk sekalieee…



…akhirnya mobil trek tersebut sampe juggah di kaki gunung, sebut sajjah desa Tasoso’ kabupaten Sinjai, sekitaran magriblah, akhirnya badan yabg sudah mulai pegal akibat posisi duduk yang tak normal dalam mobil trek tersebut. Karena dalam perjalanan kami di dijamu oleh hujan , dan kabut tirai diturunkan, yach semacam terpallah. Akhirnya terpal dibuka dan kami satu persatu turun dari mobil trek tersebut. Begitupun dengan barang-barang yang diturunkan oleh para kaum adam.



…akhirnya kami menaiki rumah panggung milik pak dusun yang tupangi malam ini untuk melepas lelah dan pegal-pegal yang kami rasakan. Setibanya kami diatas rumah kami langsung mengambil tempat untuk sejenak duduk. Kami duduk berdasrkan kelompok, kelompok kami berada diluar tapi tetap dinaungi oleh atap. Hehehehe. Kami mulai mengeluarkan nesting, kompor, dan ransum yang sudah dijatakan untuk ini malam. Dan kebetulan tugasku ini malam. Maka mulailah kami menuangkan beras kedalam nesting untuk dicuci, prima mengeluarkan kompor, mantari memperhatikan telur yang ternyata pecah, yang lain mengeluarkan susu kaleng, mie instan

Aktifitas memasak pun dimulai, dari memasak nasi, karena cumin satu kompornya jadi kami harus menunggu, disela-sela penantian kami ternyata kompor tersebut rusakk, bechh parahnya, sudah perut keroncongan, baru kelompok yang lain sudah mulai menghabiskan makanannya. Kelompok kami belum melakukan pergerakan yang sangat berarti akibat rusaknya kompor.

Si fadly mulai mengusik kelompok kami mulai berharap cemas atas nasib kami yang tak entu arahnya,dech kpn masaknya, sekarang saja sudah jam brp, celotehku.tap pendamping kami tetap santai jadi mau tidak mau juga harus tetap santai juggah. Di balik harap-harap cemas kami ech ternyata ada kelompok lain yang mau meminjamkan kompornya pada kelompok kami, maka mulailah ada sedikit senyum yang menghhiasi wajahku, seridaknya nasinya masak dulu. Akhirnya proses memasak berjalan lancer, walaupn kelompok kami terlambat makan malam, setidaknya bias mengisi perut yang dari berteriak minta diisi. Tapi semua berkat bantuanya kawan-kawan KORPALA dan peserta MOUNTAIN CLEAN.



....trimah kasih yach...



…to be continued…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar