Sabtu, 11 Desember 2010

....critaku di balik gunung bawakaraeng..."part Three"

…Akhirnya hari yang kutunggu datang  juga, tepat tanggal 30 April 2010…
Aku yang telah menyipkan diri secara matang untuk mengikut kegiatan MOUNTAIN CLEAN  tersebut  beranjak dari pondokan menuju fakultas untuk bertemu dengan salah seorang kawan yang pada waktu itu masih menjabat sebagai KETUA HIMPUNAN MAHASISWA  JURUSAN ILMU  HUBUNGAN  INTERNASIONAL PERIODE KEMARIN  HASRUL EKA PUTRA  atw biasa kami memanggilnya dengan sebutan “Hepta”.
Aku memang sudah janjian dengannya  hari itu untuk meminjam  uangnya  Rp.50.000,.-  tapi sebelum aku keluar dari rumahnya kak ndang aku dikasih  uang  jajan dengan total yang  sama dengan uang yang kupinjam pada hepta. Nach setelah ketemu mha Hepta di kampus tepatnya di fis.IV  lt. I di sekretnya HIMAHI, ech ternyata Hepta  sudah dari tadi menungguku. Akhirnya kubilang”maAf  hepta saya telat datang”. Ternyata Hepta sudah ke UKPM mencariku, karena dia tak melihatku disana akhirnya dia kembali lagi kehimpunan.
“jadi maw meq brangkat ini ke PKM kak” kata Hepta yang kebetulan 2 tahun di bawahku,lazimnya disebut :junior”. Iya. Kataku, lalu dia membalas lg”sekalian saya antarq padenk ke PKM”, nda papa jhie hepta”kataku menimpali, tidaj hie kak, katanya.

Akhirnya kami melaju menuju ke PKM dan setelah sampai disana, tepatnya aku d turunkan di dekatnya kantinnya Mace PKM yang berjualan sudah puluhan tahun di area PKM.  Pasangan suami istri tersebut yang biasa di panggil oleh kawan2 di PKM dengan sebutan pace mha mace, mereka berdua adalah  sosok orang tua yang tak pernah lelah untuk bekerja demi membiyayai semua kebutuhan keluarga mereka. Terkadang aku iri melihat kegigihan mereka berdua yang tak pernah mengenal lelah, apalagi mace yang sering sakit-sakitan karena memang factor usianya yang sudah lanjut. Tapi tetap bias tersenyum dan tertawa menyambut kedatangan kami ke warung kecilnya, sambil menikmati menu yang di sediakan kami bisanya ngobrol dengan maca pace sambil menghabiskan makanan kami yang terkadang di utang. Hehehehehe…
Nach setelah aku turun dan Hepta memberikan uang tersebut dan bilang”hati-hatiqkak dan semangat” lalu kubilang makasih Hepta. Lalu aku singgah di warung kecil tersebut dengan niat menyimpan depek yang sudah berisi perlengkapn pribadi berupa pakean lapangan, jeket, training, SB(selimut tidur),& ransum yang sudah di bagi untuk malam, pagi, siang, dan malam lagi, depak tersebut kupinjam mha Zul nak KOMPAS  FISIP  UNHAS.tak lupa juga kubawa tas orangeku, yang sering dibilang mha kawan2 di UKPM tas doraemon atw tas kisanak kata siirsyan. tas orange yg berisi beberapa lembar baju dan choky-choky 3 dos.. bech lengkap mhie hidupku selama beberapa hati berpetualang bersama kawan-kawan KORPALA.
hahahahahahaha....

Setelah itu aku berlari menaiki tangga dan sampe juga di mabesya KORPALA UH dan ternyata di sana sudah banyak peserta MOUNTAIN CLEAN berkumpul. Akhirnya kami berdoa bersama sebelum meninggalkan Mabesnya KORPALA, yang memimpin doa kalow nda salah k’rahmad yang didampingi mha kak madhie yang ternyata KETUA UMUMnya KORPALA periode  itu dan yang paling parahnya kutau ketika kegiatan MOUNTAIN CLEAN berakhir. Stelah berdoa kami salam-salaman, mulailah kami menganggkat barang-barang yang harus dibawa kedalam mobil trek tentara yg sudah dari tadi terpajang di lapangan. Satu-satu kami menaiki mobil tersebut, bechhh fullnya dech, jadi kami duduk diantara barang-barang tersebut. Akhirnya Mobil mulai melaju kencang menunggalkan lapangan PKM UH.

… to be continued… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar